Thursday, November 22, 2012

Review: Berjuta Rasanya - Tere Liye

Judul: Berjuta Rasanya
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Mahaka
Tebal: 205 halaman
Tahun Terbit: 2012
Rating: 3/5
Paperback Synopsis:
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan. 

Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu mares keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan. 
Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya.

Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik."

Selamat membaca cerita-cerita Berjuta Rasanya.

.....

This is my very first time reading Tere Liye's book! Sebetulnya saya udah sering mendengar namanya malang melintang di dunia tulis-menulis. Setiap saya ke toko buku, saya selalu melihat minimal salah satu karyanya dipajang di rak di sana. Mulai dari "Hafalah Shalat Delisa", "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", "Negeri Para Bedebah", "Rembulan Tenggelam di Wajahmu", dan lainnya. Tapi, nggak tau kenapa, saat itu saya nggak merasa tertarik untuk membeli dan membacanya. Saya selalu mengembalikan buku-buku itu ke rak-nya lagi setelah membaca sinopsisnya. I don't know... it felt like there was something that held me back.

....Until I found this book.

Sesaat setelah saya baca sinopsis yang tertera di belakang buku kumpulan cerpen ini, sejujurnya saya sempat terdiam di tempat dan sedetik kemudian, saya jejeritan sendiri dalam hati karena menurut saya, kata-kata di sinopsis tersebut ngena banget! *curcol detected* Jadilah saya tanpa ragu langsung membawanya ke kasir dan menukarnya dengan sejumlah uang. But shame on me, saya sempat mendiamkan buku ini selama kurang-lebih seminggu setelah membaca beberapa halaman awal saja. Selain karena tugas kuliah yang datang melulu (I know that is such a lame excuse!), saya mendadak merasa bosan untuk membaca.

Namun bukan berarti cerpen-cerpen dalam buku ini nggak bagus. Pas saya lagi berhenti membaca, salah satu teman saya cerita kalau semua karya Tere Liye yang sudah pernah dia baca, selalu menyentuh hatinya. Tapi dia bilang kalau dia memang belum membaca yang "Berjuta Rasanya" ini. Jadilah saya tertarik untuk membaca buku ini lagi, dari halaman pertama. Dan kali ini, saya harus bilang bahwa saya menikmatinya! Hehehe maaf ya, Tere Liye...

Buku ini terdiri dari lima belas cerpen yang bertema cinta. Memang ada beberapa cerpen yang membuat saya menaikkan alis dan berpikir, "Kok gini, sih?". Tapi nggak sedikit juga yang bikin saya senyum-senyum sendiri karena ceritanya relatable banget dengan kehidupan cinta yang biasa kita lihat - dan rasakan - sehari-hari. Contohnya dalam cerpen "Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku", bercerita tentang seorang cewek bernama Tina yang kegeeran dengan teman cowoknya. Ada lagi "Kutukan Kecantikan Miss X", menceritakan tentang laki-laki yang tidak berani berkenalan dengan perempuan yang disukainya. Atau pada cerpen "Antara Kau dan Aku" yang bercerita tentang laki-laki dan perempuan dengan perasaan saling suka namun keduanya tidak berani untuk mengungkapkan.

Tidak semua cerpen di buku ini memiliki akhir yang bahagia. Ada juga cerpen "Kupu-Kupu Monarch" yang konsep ceritanya melibatkan unsur legenda, bercerita tentang pengorbanan seorang istri terhadap suaminya. Beberapa cerpen bahkan memiliki twist yang cukup asyik untuk dibaca, seperti dalam cerpen "Lily dan Tiga Pria Itu" atau "Harga Sebuah Pertemuan". Judul cerpen yang terakhir saya tulis bahkan mengandung unsur thriller juga.

Maka nggak heran kalau buku kumpulan cerpen ini diberi judul "Berjuta Rasanya" karena, pada nyatanya, secara pribadi saya merasakan emosi saya berubah-ubah ketika membacanya; ya seneng, senyum-senyum sendiri, merinding, senyum lagi, lalu sedih. Buku ini membuat saya ingin mencoba untuk membaca buku-buku karya Tere Liye yang lain. Any suggestions? ;)

6 comments:

  1. renyah banget blue caramu nulis resensi... bikin pangen baca juga ^~^

    ReplyDelete
  2. Aaaaah, terima kasih, Nyol! Aku jadi terharu :') *digetok* Sebetulnya itu lebih pas dikatakan sebagai pengalaman membaca daripada resensi hahahahah. Ayo gabung BBI juga, Nyol!

    ReplyDelete
  3. Hai kak! Aku mau saranin buku Tere Liye yang judulnya Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Cerita romance sederhana pemuda pengendara sepit di Sungai Kapuas. Tebalnya 512 halaman.
    Wah baru sadar kak review kakak ini 2 tahun lalu. Semoga kakak udah baca bukunya hehee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, salam kenal! Aku belum baca bukunya kok hehehe. Sejauh ini, Berjuta Rasanya baru jadi satu-satunya buku Tere Liye yang kubaca. Makasih rekomendasinya, ya! Semoga bisa cepet baca bukunya. :)

      Delete